Yak… Entri terbaru saya yang berkaitan dengan hari-hari [penuh pikiran yang mengganggu] saya sepanjang minggu ke-3 saya belajar di balik meja SMA kelas XII. Dan seperti biasa, tumpukan buku (dan kertas-kertas) berisi Pe-er dan pelajaran.
Setiap kali saya melihat tumpukan kertas ini, selalu terbayang di benak saya,
“Ah, kertas lagi. Tak bisakah kita ganti tempat menulis itu dengan sesuatu yang tidak terbuat dari kayu… Harusnya kita bisa mencari sumber lain yang lebih ramah lingkungan bukan?”
Namun, ketika saya menggoreskan pena di atas lembaran kertas tersebut, pikiran saya berubah, kurang lebih menjadi seperti ini:
“…Coret-coret terus. Itung sana, itung sini… bodo’ amat sama kertas… bodo’ amat sama duniaaa~~!!!”
Ehm…
Bisa dibilang inilah tanda stress saya. Setiap pemikiran yang bertele-tele berubah menjadi sebuah pemikiran simpel. Dari yang peduli dengan lingkungan menjadi ignoran terhadapnya. Sejauh apa pun saa mencoba meringankan beban otak dari yang namanya pelajaran, ujung-ujungnya… beban mental lagi…
.
.
Oh, satu lagi… Bermain game semacam Ace Attorney juga bisa menjadi beban mental lho…
*digampar fans Ace Attorney*
[Penulis lagi stress...]
