Hari yang sama, seperti biasa… Tidak ada yang tidak normal. Saya memasuki kelas saya, membuka beberapa site yang menurut saya perlu dibuka demi kelancaran pelajaran (biasanya artikel-artikel yang menyangkut pelajaran, seperti Wikipedia atau CIE Cambridge). Sekali-kalinya, penulis yang ini membuka tab baru di Mozilla Firefox kesayangannya, dan mengunjungi situs forum tempatnya berkecimpung. Belakangan ini, saya juga sering plurking.
Seperti itulah keseharian saya semasa sekolah di SMA tersayang…
13 Agustus 2008
Banyak orang yang berkata masa-masa kelas 3 adalah masa tersibuk yang akan dialami oleh siswa-siswi SMA. Ditekan waktu belajar efektif yang berkurang karena liburan dan ujian-ujian yang disadari mendekat, makin hari.
Dan si kursiku lah, aku terduduk. Tanganku masih memegang sebuah pulpen hitam — warna kesukaanku sejak dulu. Ingin sesekali aku menulis dengan pulpen merah, namun kuurungkan niatku ketika teringat beberapa teguran. Kenangan yang tidak terlalu indah.
Di depanku, tergeletak secarik kertas yang sudah dibagikan beberapa hari yang lalu. Isinya bukanlah surat pemberitahuan agar orang tuaku datang — tidak bukan, itu. Kalau pun iya, kertas itu mungkin sudah kuberikan kepada orang tua dengan tangan bergetar. Dari pada berlari terus, lebih baik masalah diselesaikan — itulah sifatku sejak dulu.
Banyak yang mengalir di kepalaku waktu itu. Aku terdiam, memandangi kertas formulir pendaftaran yang mungkin akan menentukan nasibku di kemudian hari. Judul yang ada di kepala formulir tersebut sangat mengganggu pemandangan — ingin sekali aku menyingkirkannya dari pandangan. Aku ingin memberikan formulir itu kembali. Aku ingin semuanya selesai, dan tidak perlu bingung dengan pilihanku.
Mengapa aku tidak sholat Istikharah kemarin…?
Perlahan, tanganku bergerak, menggoreskan kepala pena di atas kertas. Tintanya mengering dengan cepat. Sebuah tanda centang dapat terlihat dengan jelas, menandakan bahwa seorang siswa telah memutuskan…
Satu tanda centang, masing-masing di bawah pelajaran Matematika, Kimia, dan Fisika.
Aku menghela napas panjang. Pertarungan masih panjang…. meskipun waktu yang diberikan tidak sebanding dengan rintangan yang membentang. Apakah waktu akan berpihak padaku, atau justru mengkhianatiku saat semuayna berakhir… saat semuanya sudah ditentukan?
Aku mengerling pada judul formulir itu lagi.
Perangku… akan dimulai.
I will not falter…
I will try to overcome the biggest obstacle I’ve ever encountered…
…and I will try to succeed.
.
[Ditulis di suatu siang yang terik, tanggal 15 Agustus 2008]

Pertamax yang makin gak penting…
*stress*
Amen, dewasalah engkau.
Amin !!
Doakan saya juga ya !
Dengan bahasa Inggris yang begitu… saya yakin bisa.
Berusahalah!
@Goen: Amen.
@reverseinverse: Saya turut mendoakan dari sini
@Xaliber: Terima kasih~
Ho,, bahasanya keren,, omake sekali…….
**dilempar tomat
Fight mpok!!!!
^o^
Ca yo!!
Semoga anda berhasil
From Honnyara Community
saling medoakan ya, aku doakan kamu sukses selalu ya