Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Rambling’ Category

So, yeah. Hello again, in this madness of a world…. or rather, I’m the one who get mad.

Pardon me of my English usage in this entry, but I just feel like using it tonight. Apparently, madam Frances is able to brainwash me to think in an english way, and we have only met each other for only three meetings! Fascinating, how subconscious level of a mind could actually control how people connects through… in this case, how I feel like to use English. Perhaps, Madam Frances (my Marketing lecturer, if you haven’t guessed yet) has some qualities which interests me subconsciously… I dunno.

We cool with me using English in this entry, right? Even if it’s not so, you don’t have the authority and power to put me and writes in Bahasa tonight. Mister Anggara Wisesa told me that there’s quite a difference between authority and power (yes, I know both are interconnected), so I state both. Yay, me.

*stomped*

Okay, as the title goes, I am going to explain about this deathly combination of two numbers. If you’re thinking that I’m here to have my fortune told (or written in here) due to a serial number which I gained from a certain piece of paper, you will not be interested with what I am about to inform you. So cycle that hand of yours and pushes the ‘Ctrl + W’ button, if you decide not to read this entry all the more.

That is… if you’re using Mozilla or its variants. Other than that, maybe you’ll consider `alt + F4`; this entry might bore you to sleep.

…and even after that, you STILL continue?

Advertisements

Read Full Post »

Deretan Pelajaran

Berhubung kami semua sudah kelas tiga, kami pun akhirnya disibukkan dengan berebagai macam try-out dan  serba-serbi konco-konconya. Belum lagi, saya sendiri akhirnya kembali mengambil les bahasa Jerman atas tuntutan ibu tercinta. Jadi, tolong maklumi saya kalau jarang muncul di blog ini.

Jadi, Kalimat di atas merupakan pernyataan bahwa saya masih bisa berkecimpung di dunia blogging, meskipun tidak seperti dulu πŸ˜€


Bicara soal UAN dan UAS yang makin hari makin dekat (anak-anak sekelas bahkan menolak keras untuk menuilis hitung-mundur di sudut papan tulis, dengan alasan untuk mengurangi stress), saya bermaksud untuk menulis.. err… deretan pelajaran yang menurut saya sulit. Sebagai seorang siswi yang sudah, dengan tidak puas, terlanjur mengambil dua kurikulum sekaligus dalam kehidupan SMAnya, sejujurnya seluruh pelajaran yang diujikan di UAN termasuk susah πŸ˜†

Deretan pelajaran ini saya urutkan dari termudah hingga tersulit, dengan catatan bahwa yang termudah sekali pun adalah ‘sulit’ bagi level saya… Perlu diketahui bahwa saya mengambil Program IPA. ^^;;

  1. Bahasa Inggris
    Pengaruh dari banyaknya buku Bahasa Inggris yang terpaksa bertengger di meja saya saat A-Level Exam. Saat saya menengok ke kanan, saya melihat buku panduan mengerjakan TOEFL lengkap dengan pembahasannya. Walhasil? Saya malah kebanyakan belajar Bahasa Inggris.
  2. Kimia
    Percaya tidak percaya, ya. Saya mengira Matematika akan jauh lebih mudah daripada pelajaran satu ini, namun fakta membuktikan kebalikannya. Mungkin ini pengaruh dari belajar intensif semasa A-Level kemarin. Namun, tetap saja, saya masih memerlukan banyak pemantapan dalam pelajaran ini.

  3. Bahasa Indonesia
    Karena masih berkaitan dengan Bahasa, saya masih bisa mengikuti. Namun, Bahasa Indonesia bukan Bahasa Inggris (ataupun Bahasa Jerman, dst). Sering pola penafsiran suatu struktur kalimat saya salah.
  4. Matematika
    Matematika. Menurut saya matematika itu mengasyikkan… setidaknya kalau ia belum berurusan dengan Trigonometrous Integral atau Partial Integral. Atau, mungkin lebih parah, dengan berbakai macam kombinasi trigonometri, integral, dan derivasi… dan sebagainya, dan sebagainya. Saya sendiri masih kesulitan dengan konsep fungsi parabola.
  5. Fisika
    Salah satu pelajaran IPA yang saya cintai sewaktu SMP, namun kurang sukai sewaktu SMA. Mungkin pengaruh dari berbagai macam rumus-rumus yang sebenarnya hanyalah turunan dari rumus dasar. Ya, rumus, rumus, rumus…
  6. Biologi
    …Karena sejak awal saya tidak pernah suka hafalan, Biologi selalu sulit di mata saya.

Sekian pos tidak penting hari ini.

*Berdoa untuk bisa lulus UAN dan masuk Univ. yang diharapkan*

Read Full Post »

Sewaktu itu, saya tengah asyik menghabisi virus-virus yang menjangkiti laptop saya. Adik saya yang tengah asyik membaca ulang SMS-SMS yang ada di ponselnya akhirnya menunjukkan SMS… ngawuric-bin-ngacoish ini πŸ˜†

“Saya, ibunya A*****, mau memberitahu bahwa A***** sudah meninggalkan kita semua pada hari Senin, tanggal 1 Desember 2008 jam 20.53 WIB. Kita semua berdoa semoga dibukakan pintu rahmat-Nya dan amal2nya diterima di sisi yang Kuasa.

A***** pergi ke…

…”Jepang”… Membantu Kurosaki Ichigo dan Kuchiki Rukia membasmi hollow di muka bumi ini.

Hahahahahahagh (:

Terimakasiih!! (:

(untuk membaca SMS ngaco ini.)”

Pretty funny? I guess so. πŸ˜†

Blogged with the Flock Browser

Read Full Post »

Tren Blogging

[WARNING]: Mungkin saja entri ini hanya membuang waktu anda dalam membaca hal ini, namun silakan meneruskan bila anda tertarik


Blogging.

Blogging, menurut definisi saya, merupakan salah satu kegiatan dalam menyalurkan ide pikiran sang penulis ke dalam sebuah tulisan. Otomatis, isi dari sebuah itu sendiri biasanya berupa opini sang penulis, kehidupan sehari-harinya, atau mungkin segala macam apa yang ia minati.

Saya pun blogging dengan berdasar demikian.

Awal mulayna hanya sekedar iseng. Namun, setelah beberapa lama membaca berbagai macam artikel blog yang tersebar di dunia maya, saya tertarik untuk membuat blog sendiri — dan hal ini pun terwujud melalui blog ini. Memang, blog ini multi-user, namun saya tetap menyukainya.

Ah, saya tidak menghitung sudah berapa lama saya menjadi blogger tidak becus meng-apdet blog ini, meskipun memang belum cukup lama.

Ehm.. daripada itu, dalam entri kali ini, saya lebih tertarik untuk menulis tentang tren blogging yang mulai muncul di kelas saya. Sejak merasa tertarik dengan blogging, saya mencoba menghasut anak-anak di kelas lain untuk ikut ber-blogging ria. Theblangkon, salah satu teman sekelas saya, merupakan salah satu target incaran saya. Beberapa kali, saya sempat berbicara dengannya mengenai blog-blog yang ada di internet. Ia juga menemukan blog-blog menarik, seperti ini atau itu. Piye tho? Saya kenal sama yang punya. πŸ˜†

*mulai norak* *digempur*

Setelah theblangkon, saya mencoba untuk menghasut anak-anak lain untuk ikut blogging. Usaha saya terpaksa berhenti, karena saya sendiri sibuk di tengah deadline tugas yang digantungkan guru, deadline dari salah satu staff sebuah forum, serta deadline fan fiction yang saya gantungkan sendiri di gantungan-segala-deadline. Belum lagi, seamasa itu, saya tengah menjalani ‘Ujian Sertifikasi Pendidikan Standar Tingkat A’ (red: GCE A-Level Exam). Walhasil, saya pun harus menghentikan usaha saya untuk menghasut orang lain untuk berblogging πŸ˜€

Nah, setelah beberapa lama, sebuah berita yang cukup mengagetkan untuk saya muncul. Seorang anak di kelas saya mulai berblogging! ia tidak hanya menulis sendiri, tetapi juga berhasil untuk menghasut beberapa anak lain untuk turut ikut serta ber-blogging. Wah, bukannya kali ini jadi makin meriah? Teman-teman sekelas saya pun juga turut berblogging! Salut!

Maka dari itu, karena tengah masa boomingnya blogging di tengah kelas, saya memutuskan untuk menjadi agen advertisement sedikit. Memang, setelah ocehan sekian panjang, tujuan saya menulis entri ini hanya untuk advertising blog orang lain. πŸ˜†

Berikut daftar blog tersebut.

Bukankah ini bukti bahwa Blog sudah mulai massal? πŸ˜€

Blogged with the Flock Browser

Tags: , , , ,

Read Full Post »

Toward the Terra

Sci-Fi much? Not.Yes, I am in love with this anime.

Setelah beberapa lama tidak meng-update blog (dikarenakan ulangan yang mendera sebulan yang lalu), saya pun menjadi bosan. Ingin terus-terusan hiatus, tapi otak saya berkata ‘hiatus ketika ada ide = malas’. Saya sedang berusaha menepis rasa tersebut.

…Yap. saya pun memutuskan, kalau saya memang sedang bosan dan tidak punya ide, sepertinya saya harus mencari ide itu sendiri. Salah satunya? Yah menonton anime, apalagi?

Jadi, apa yang saya lakukan adalah menonton kembali Animax. Kebetulan, saya melihat salah satu anime yang menarik untuk saya. Tidak, tidak… Awalnya saya tertarik bukan karena iklan komersial yang ada di animax. Saya tahu anime ini dari salah satu teman les saya.

Sekitar Juni tahun ini, sisi fangirl teman saya keluar. Kalau pun saya tanyakan kenapa, dia paling menjawab, “Ini loh! Terra e…! Ceritanya bagus, Soldier Blue-nya juga cakep. Kyaaaa~”

Saya tidak mengerti satu patah kata pun tentang apa yang ia bicarakan sewaktu itu.

Nah, setelah berselang beberapa bulan, saya memutuskan untuk menonton anime ini (berhubung saya sendiri malas download-download anime. Mahal bandwith.). Apa sih yang bagus dari anime ini, sampai-sampai A***** jadi seperti itu? πŸ˜•



Nah, saya mulai review (dan spoiler-spoiler) saya mengenai anime ini, meskipun saya baru saja menonton episode 1-6 ditambah 14-18.

Alkisah, teknologi manusia berkembang pesat. Namun, seiringan dengan perkembangan teknologi, ekosistem bumi pun mulai runtuh. Menyadari bahwa manusia hampir menemui masa punahnya, para manusia pun membuat sebuah pemerintahan baru, Superior Domination (SD), yang diperintah oleh superkomputer. Hal ini karena adanya anggapan bahwa ego dari manusia yang telah menuntun mereka mendektai masa gelap tersebut. Seusainya, manusia pergi dari bumi untuk mencari planet lain yang bisa dihuni.

Jomy Marquis Shin, tokoh utama dari karakter ini, merupakan anak biasa (bratty) yang tinggal di Atraxia, sebuah kota yang ada di planet Artemisia, Tata Chrysallis (bukan Tata Surya πŸ˜† ). Dalam sistem SD, anak-anak yang sudah mencapai umur 14 tahun harus mengikuti Adultery Exam agar dapat, secara legal, menjadi seorang dewasa yang dapat diterima di tengah masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menjaga ketertiban.

Semua berjalan sesuai rencana sampai pada saat Jomy mengambil tes tersebut. Pada prakteknya, Adultery Exam juga menghapus memori masa kecil dari pesertanya untuk mencipatakan seorang dewasa yang ideal. Jomy yang tidak mau melepaskan masa lalunya ‘diselamatkan’ oleh Soldier Blue.

Nah, setelah huru-hara ini, Jomy dinyatakan ‘gagal’ tes dan diburu oleh Universal Control. Sebuah kelompok dengan kemampuan telekinesis bernama Mu menyelamatkan Jomy dari  kejaran pemerintah dan memberitahukan kalau Jomy adalah salah satu dari mereka. Jomy yang sudah lama hidup dibawah pemerintahan SD tidak menerima kenyataan ini dan menuntut Soldier Blue, pemimpin dari Mu, untuk mengembalikannya ke Atraxia. Hanya saja, yang menunggu di kota tersebut bukanlah orang tuanya, melainkan satuan keamanan yang bertugas membunuh orang-orang yang gagal.

Seiring dengan cerita, kekuatan Jomy muncul, Blue pun tertidur karena telah menghabiskan energi vital yang ia punya untuk bertahan hidup. Sebelum beristirahat, ia meminta Jomy untuk menuntun para Mu menuju Terra, kembali pada rumah mereka yang ditinggal dahulu kala.

Seriously, anime ini memikat saya karena konsep ceritanya yang klasik. Setiap episode yang saya tonton terus membuat saya bepikir bagaimana kelanjutan dari cerita ini. Nilai yang disajikan anime ini juga, menurut saya, menunjukkan sindiran (mungkinkah ini hanya pikiran saya? Ah, entahlah). Toward the Terra juga merupakan anime yang berani (Karena saya memang menyukai anime yang memiliki tema character’s death). Ya, saya sudah menghitung berapa banyak karakter penting yang mati di anime ini.

Lalu, anime ini juga menekankan tidak hanya satu karakter, melainkan hampir dari komponen yang diperkenalkan itu sendiri. Seperti saya, yang pada awalnya berpikiran kalau Soldier Blue adalah karakter utama dari anime ini. Hasilnya? Salah besar.

Simply beautiful, touching, and thrilling — almost perfect in every aspects! *penyakit berlebihannya mulai deh…*

Info lebih lanjutnya dapat dilihat di sini.


Overall rating: 9.7
Fangirl level: Very High
Need to finish the series: High
Need to read the fanfiction: Very High
Need to write the fanfiction: Moderate



Sekian ranting hari ini~ *dilempar*

Blogged with Flock

Tags: , ,

Read Full Post »

Katakan saya bandel, katakan saya ‘ada-ada aja’, namun takkan ada yang bsia menghentikan saya untuk menulis kembali di blog ini–bahkan soal ujian sekalipun!

….

Kecuali kalau saya mendapat nilai jelek di akhir exam nanti.

Ah, salah kalimat pembuka…

Read Full Post »

Warning: Entri ini bersifat [tidak hanya] subyektif, namun sangat imajinatif… terlalu imajinatif sampai-sampai saya pun bisa melihat entri ini melewati batas ke-ngawur-an. Lagipula, saya tengah berusaha mengaitkan ketiga hal ini…

Lanjutkan baca…

Read Full Post »

Older Posts »